Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Giriya Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Lulus Cum Laude di Prodi Linguistik, S-2 Unud 2012. Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media massa berupa esai, karya sastra maupun kajian bahasa dan sastra baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Bali. Cerpen-cerpennya pernah memenangkan lomba tingkat Nasional maupun provinsi. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra antara lain (1) Buduh Nglawang (memeroleh Rancage, 2006); (2) Bangke Matah; (3) Warisan Jagal; (4) Kuda Putih; (5) Novel Kania; (6) Bor; (7) Sabdaning Sepi; (8) Mekel Paris; (9) Pohon Jiwa; (10) Perempuan Malam; (11) Dongeng Sandal Jepit, (12) Genjek Persepsi Sosio-Kontekstual, (13) Eksistensi Basur, (14) Jro Lalung Ngutah (Memeroleh Penghargaan Widya Pataka, 2015), (15) Manukan Sidang Para Burung, (16) Telaga Tubuh, (17) Geguritan Wang Bang Sunaran, (18) Pelangi di Taman Kota, (19) Guru Penjaga Moral Bangsa, (20) Memotret Lorong-lorong Gelap Perempuan, (20) Berumah di Laut.

Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). Kamis, 14 Agustus 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.  Sekarang, penulis bekerja sebagai pengawas Disdik Provinsi Bali.