Tonya dadi Pedanda (roh halus menjadi orang suci) itulah judul cerita rakyat yang ada dalam kumpulan satua Bali (cerita Bali) yang ditulis oleh I Buyut Dalu diterbitkan oleh CV. Kayumas Agung, Denpasar 2013. Sebuah cerita rakyat (foklore) yang menyadarkan agar waspada terhadap penampilan seseorang. Cerita rakyat ini juga menyiratkan bahwa orang suci pun tidak luput dari godaan.

Dikisahkan seorang seorang Pedanda (gelar sulinggih dari wangsa Brahmana) muda yang baru menikah. Sang istri berkeinginan akan madu lebah karena sedang mengandung calon jabang bayi. Sebagai seorang suami, Pedanda Lanang ’laki-laki’ bersedia mencarikannya. Pembicaraan itu didengar oleh tonya (ruh halus) yang berada di pohon timbul. Kesempatan itu dipergunakan oleh tonya (roh halus) untuk menjalankan niat jahatnya. Setelah pergi ke tengah hutan, berubah wujudlah tonya itu menjadi seorang Pedanda yang mirip dengan Pedanda (suaminya) membawa madu dari hutan. Betapa senangnya Pedanda Istri (perempuan’). Tak dinyana dilayanilah si Pedanda palsu itu sebagai suaminya. Setelah beberapa lamanya, datanglah Pedanda Lanang ’laki-laki’. Betapa kagetnya Pedanda asli, ternyata ada Pedanda yang mengaku sebagai suaminya. Pertengkaran terjadi sampai diadukan kekerajaan puri Bajanegara. Sang raja mengalami kesulitan dan tidak bisa memberikan jalan keluarnya. Diadakanlah sayembara siapa yang bisa menyelesaikan masalah itu akan dijadikan patih (abdi kerajaan). Hal itu didengar oleh I Blibis (Angling Dharma) yang menyuruh Demang Klungsur mengatasi masalah Pedanda yang asli dengan yang palsu. Demang Klungsur diberikan strategi oleh Blibis (Angling Darma) dengan menyuruh yang bisa masuk ke dalam caratan (kendi, tempat air) itulah yang asli. Sayembara dimulai sesuai rencana. Setelah masuk ke dalam caratan (kendi, tempat air), ditutuplah lubang airnya hingga tidak bisa keluar sampai mati. Disampaikan oleh Demang Klungsur yang di dalam caratan (kendi) itulah yang palsu. Semenjak itu, Demang Klungsur menjadi patih di Bajanegara.

Kewaspadaan dan Kehati-hatian

Kisah ini menarik untuk disimak. Penampilan seseorang bisa mengelabui seseorang. Kepura-puraan hal yang biasa pada zaman sekarang ini. Ada yang berpenampilan seperti orang kaya, padahal hutangnya banyak. Ada yang berganti-ganti mobil padahal hasil korupsi. “Yang penting penampilan,” begitulah zaman yang serba wah, serba gemerlap, Kesederhanaan hati, jiwa, pikiran, dan penampilan luntur yang tampak hanyalah pencitraan.

Cerita rakyat Tonya dadi Pedanda (roh halus menjadi orang suci) memberikan ilustrasi bahwa saat cerita rakyat ini muncul pun, di Bali khususnya sudah ada kepura-puraan itu. Penampilan fisik lebih dominan dibandingkan dengan kesucian hati. Dalam hal ini, diperlukan kewaspadaan dalam bergaul dan cepat tanggap terhadap perilaku seseorang di samping sebelum percaya sepenuhnya pada seseorang perlu mengenal latar belakang atau asal-usul seseorang. Rekam jejak seseorang perlu diketahui.

Penyadaran akan diri amat diperlukan agar tidak terlena. Cerita rakyat di atas menghadirkan tokoh Angling Dharma. Nama Angling Dharma bisa dimaknai Ang sebagai huruf suci, simbol Dewa Brahma, dengan saktinya Dewi Saraswati (Dewi Wak, Dewi kata-kata), Ling kata-kata, dan Dharma bermakna kebenaran.  Secara tersirat pengarang ingin menyampaikan bahwa kepura-puraan itu perlu penyadaran diri agar tidak mengerus hati nurani kemanusiaannya. Kebenaran pasti akan tetap menang walau jalannya harus berliku.

Di samping itu, orang-orang suci pun diharapkan tetap waspada dalam tata pergaulan. Kesetiaan pada kebenaran dan mengabdi pada kesucian itu mutlak bagi yang ingin menapaki jalan kesucian yang ada hanya kebenaran dan kesucian hati, pikiran, perkatan, dan perbuatan (Trikaya Parisudha). Tiga rambu-rambu ini dipegang dan dijalankan dalam keseharian.

Kisah cerita Tonya (ruh halus) menjadi orang suci memberikan pembelajaran agar dalam setiap langkah kehidupan selalu berhati-hati hingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Kewaspadaan diperlukan jika berhadapan orang-orang yang baru dikenal. Penampilan bisa mengelabui karakter yang tersembunyi di dalam fisik seseorang. Berlakulah jujur dengan hati walau susah. Kebenaran pasti akan mengungkap ketidakbenaran.