Tugas peserta didik adalah belajar. Peserta didik hendaknya menyadari hakikat dirinya sebagai seorang yang sedang menjalani dan mengalami proses pembelajaran. Pembelajaran itu mengembangkan, menggali, menumbuhkan sikap-sikap mulia, memperdalam ilmu pengetahuan yang nantinya bisa dimanfaatkan bagi kemaslatan umat manusia. Sekolah sebagai tempat menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Sekolah memberikan ruang untuk berinteraksi dan menyadari hakikat kemanusiaan.

Penanaman konsep penyadaran ini memang memerlukan waktu. Artinya, peserta didik yang belajar ke sekolah fokus utamanya adalah belajar bukan melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji. Misalnya, melakukan tindakan tidak senonoh dengan teman-teman sekelasnya atau dengan teman-teman lainnya ataupun dengan gurunya ataupun guru terhadap peserta didik. Apapun alasannya, tindakan itu adalah tindakan yang kurang terpuji. Yang menjadi permasalahan mengapa peristiwa tidak senonoh itu terjadi di sebuah lembaga pendidikan yang nota bene tempat menyemaikan nilai-nilai karakter? Tentu akan beragam jawaban bisa dijadikan penyebab dari sebuah peristiwa dalam sebuah lembaga pendidikan.

Sebuah lembaga pendidikan pastilah berusaha dan berupaya agar anak didiknya menjadi manusia-manusia yang berkarakter dan memiliki rasa menghargai sesama. Nilai-nilai ini belum meresap di dalam hati peserta didik hingga dengan mudahnya melakukan tindakan kurang terpuji di dalam lembaga pendidikan. Tindakan pelecehan ataupun mem-bully bukanlah sebuah tindakan yang terpuji. Sebagai peserta didik, hendaknya mengutamakan dan selalu belajar agar menjadi anak-anak bangsa yang membawa bangsa lebih baik lagi ke masa yang akan datang. Pendidikan mengutamakan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan budaya. Penghormatan terhadap harga diri sesama manusia mutlak dilakukan. Sekolah tempat belajar, menjaga, dan menjabarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pendidikan Karakter dan Menghormati Sekolah

Pendidikan karakter akan berhasil jika didukung oleh semua komponen dalam sebuah lembaga pendidikan. Mulai dari peserta didik, pendidik, staf pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat. Tidak akan bisa terwujud, pendidikan karakter yang hanya mengandalkan pada satu sisi saja. Sekolah sebagai pelanjut dari pendidikan yang ada di keluarga dan masyarakat. Meskipun demikian, tugas pendidik memiliki peran strategis dalam mewujudnyatakan pendidikan karakter khususnya di sekolah. Kepedulian terhadap ketimpangan-ketimpangan perilaku yang dilakukan oleh peserta didik perlu terus dipantau. Kerja sama dengan semua komponen yang ada di sekolah amat diperlukan.

Orang tua perlu mengetahui perkembangan karakter dari anaknya. Informasi ini penting karena tidak jarang anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang di rumah akan melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji di sekolah ataupun karena kedekatan akan terpengaruh. Masa-masa peserta didik di jenjang pendidikan menengah memang rentan terhadap dampak perilaku yang kurang mencerminkan diri sebagai seorang peserta didik. Masa-masa mencari identitasnya sebagai seorang remaja, perlu perhatian secara khusus.

Perilaku ingin mencoba dan belum memahami dampak dari tindakan itu sebagai salah satu contohnya. Berbuat kurang terpuji saat pembelajaran berlangsung bukanlah sikap seorang peserta didik yang sedang menjalani proses pendidikan. Menghormati seorang guru ataupun sekolah dengan menghormati diri sebagai seorang peserta didik. Yang tercoreng dengan ulah segelintir peserta didik tidak hanya pelakunya saja juga sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial dari peserta didik. Dampak dari perilaku ini belum dipahami oleh anak-anak yang sedang mencari identitasnya.

Sekolah perlu merefleksi kembali terhadap keberadaan peserta didik. Pengawasan dan pembinaan terus digerakkan hingga menjadi sebuah sikap yang membangun harkat dan martabat peserta didik ke arah yang lebih baik lagi. Karakter-karakter mulia dan teladan perlu dilihat langsung oleh peserta didik. Berikan tugas pada peserta didik lain misalkan ketua kelas untuk mengawasi temannya jika guru meninggalkan ruang kelas dalam waktu tertentu. Ada aturan yang jelas dan sanksi bagi peserta didik yang melakukan tindakan kurang terpuji di sekolah. Peraturan dan sanksi itu diketahui oleh orang tua peserta didik ada sosialisasi mengenai perilaku-perilaku yang melecehkan warga sekolah.

Peserta didik adalah masa depan bangsa. Anak-anak bangsa perlu menyadari hakikat dirinya sebagai peserta didik yang sedang menjalani proses pembelajaran. Sikap-sikap memuliakan kemanusiaan dikembangkan dalam kehidupan sebagai peserta didik. Sikap-sikap inilah sebagai wahana menuju manusia-manusia yang berkarakter yang menjadikan bangsa ini dihargai.