Serombotan Klungkung sebagai salah satu kuliner khas Klungkung dari sekian banyak kuliner yang dimiliki Klungkung. Serombotan seakan menjadi ciri tersendiri bagi Klungkung. Jika ke Klungkung khusunya ke sengol Klungkung, belum menikmati serombotan rasanya ada yang kurang. Dengan cita rasanya yang khas, sesuai dengan nama Klungkung yang memberi keindahan pada rasa. Rasa indah inilah yang perlu dibangkitkan di Semarapura. Semara bermakna keindahan, pura bermakna tempat. Tempat menumbuhkan keindahan, itulah Klungkung dengan kotanya Semarapura.

Keindahan rasa serombotan yang secara tersirat menggambarkan keragaman yang menyatu dalam sebuah tempat. Keragaman ternyata mampu membangkitkan sejuta rasa. Rasa jika dicermati ada rasa manis, rasa pahit, rasa masam, rasa sepet, rasa pedas, dan rasa asin. Sadrasa (enam rasa) ini ada dalam serombotan. Mungkin inilah yang diramu oleh para sastrawan besar yang ada di Klungkung. Lantas diwujudnyatakan dalam kuliner. Dan mengajarkan bahwa yang perlu dinikmati adalah keindahan sadrasa dan itu ada di Klungkung.

Sayur-sayuran yang ada dalam serombotan mewakili sadrasa itu. Pahit bisa diwakili oleh pare, pedas, masam, asin dan manis diwakili oleh bumbunya, sepet diwakili oleh terungnya, dan beragam sayuran dengan rasa-rasa yang berbeda. Secara tidak langsung, di dalam rasa ada maharasa yang dirasakan oleh tubuh saat menikmati serombotan. Serombotan memberikan alnernatif bagi yang mengurangi protein hewani dan menggantinya dengan protein nabati. Orang-orang bijak mengatakan bahwa makanan bisa memengaruhi  rasa seseorang. Makanan tamasika memberikan kemalasan. Makanan rajas akan membangkitkan unsur-unsur gerak, makanan satwika akan membangkitkan energi satwit dalam seseorang. Bisa dikatakan bahwa serombotan membangkitkan energi satwika dalam diri seseorang.

Membangun sifat satwika dalam diri amat diperlukan dalam menjalani kehidupan seperti sekarang ini. Benturan-benturan sosial yang mendera, diperlukan sebuah kesabaran agar bisa memenangkan. Jika tidak, keriuhan jiwa akan terus bertambah setiap hari. Jiwa akan semakin keruh hingga berkurang rasa dalam hidup.  Serembotan yang bercita rasa satwika sebagai salah satu alternatif mengurangi keriuhan jiwa.

Belajar menikmati makanan ternyata perlu waktu. Makanan-makanan yang memberikan kesegaran jiwa dan tubuh amat diperlukan karena tidak jarang makanan cepat saji yang kelihatan memabukkan rasa bisa mendekatkan dengan beragam penyakit yang semakin beragam datangnya. Menimati sayuran, bisa membuat pikiran, perasaan, nurani semakin damai karena di dalamnya terdapat energi murni yang sifat rajasnya amat rendah.

Serombotan Klungkung memberikan alternatif agar semakin dekat dengan kehidupan. Masyarakat Klungkung diajari agar bisa membudidayakan beragam sayuran. Artinya, bahan-bahan serombotan tetap tersedia di Klungkung. Pencipta makanan ini pastilah sudah melalukan beragam uji coba hingga menghasilkan makanan khas Klungkung yang bisa dinikmati oleh masayarakat Klungkung, dan Bali. Jika memungkinkan, serombotan Klungkung bisa dijadikan salah satu kuliner yang bisa memasuki dunia pariwisata dan nama Klungkung tetap ada di dalamnya hingga nama serombotan Klungkung bisa mendunia. Semoga.