Bulan: Februari 2018

Tresna Asih lan Ma-bully Pasamudaya Rasaning Bangli

Maosin cerpén-cerpén sané mapupul ring Pasamudaya Rasaning Bangli kasurat olih sastrawan Bali Modérn  saking Bangli, kacitak olih Pustaka Ekspresi Tabanan, Maret 2016 puniki mabahang indik tresna asih utawi sang kalulutan tresna asih, parindikan ukum sané singsal, parindikan sang yayah rena sané ngulurin indria lali ring swadarmaning dados guru réka, taler parikrama sang maangga guru. Genah (latar)  cerpen katah kasurat ring wewidangan Bangli, minekadi Batur, Kintamani, taler Géo Park Batur. Pregina (tokoh)  sering kasurat ngindikang anak lanang utawi anak istri sané wau anem, seringan sané kantun masekolah. Rarasan genah sakadi Batur, bukit Abang becik antuka mahbahang. Wénten lima welas cerpén mapupul ring Pasamudaya Rasaning Bangli sakadi Tiang saking Bangli, Nuduk Mantu, Ulian Magocékan, Gitaning Ranu Batur, Béh, Belog Ngerti, Semayaning Ati, Karmaphala Mabuah Tresna, Bli Ubad Tatun Tiangé, Ilang, Ngetut Pamatut, Candra Semaya, Gambang Tan Papanggul, Will You Marry Me, lan Santa Santi. Pupulan kakawitin antuk cerpén I Komang Alit Juliartha mamurda, Tiang saking Bangli mahbahang indik kawéntenan anak istri sané nénten kaicénin ngantén sareng reramanipuné santukan dumun reramanipuné naen manggihin pikobet katinggal antuk gegélan sané nénten satia wacana mawit saking Bangli. Memenipuné sumanangsaya sentanané manggihin pikobet.  Memenipuné kantos mobot nénten taler kapiangken olih sang kapitresnain. Pikobet memenipuné mangda nénten ngeninin sentanné. Alit Juliartha sakadi mabahang kirangné rasa welas asih ring anak istri utawi penghargaan terhadap perempuan amat rendah. Anak istri setata magenah ring sang kanistaang. Indiké puniki gumantiné san...

Read More

Kalimah: Antara Geliat Urban dan Cinta

Muda Wijaya melahirkan sebuah kumpulan puisi Kalimah. Kumpulan ini diterbitkan oleh Umah Mimba, Denpasar 2013, ada enam puluh satu puisi dalam kumpulan Kalimah. Gambaran yang tersirat dalam Kalimah menyiratkan geliat hidup di kota, kekerasan hidup, cinta dalam arti luas, dan juga pencarian titik kesadaran. Puisi-puisi dalam Kalimah ada yang memberi warna baru dalam tipografinya, misalnya puisi Mantra Lepas Mata (hlm. 16) dengan tipografi anak panah. Puisi ini seperti berjiwa ada gerak panah yang lepas menuju dinding /a/ dengan jumlah 19 larik. Puisi ini diawali dengan larik /matamu kuingat/ dan diakhiri juga dengan /matamu kuingat/. Ini mengindikasikan bahwa agar selalu ingat dengan mata. Mengapa mata? Mata yang bisa membedakan antara yang benar dengan yang tidak benar. Beberapa lariknya berdiksi / ruh mata/ air mata/ mata dingin/ mata kasih/ mata lamat/. Perulangan-perulangan diksi dipisahkan dengan tiga larik/ maukah kau mengasihi tubuh di tengah guru yang tak menemukan mata air/ ruh/ api/.  Pertanyaan yang diajukan aku lirik seperti memberikan gambaran betapa pentingnya seorang guru. Guru dalam gambaran Muda Wijaya hendaknya memberikan kesejukan dengan simbolis kata mata air. Guru hendaknya memberikan kesadaran pada ruh. Guru juga diharapkan mampu menghidupkan api kesadaran. Keindahan puisi ini  tampak dari tata katanya. Orang-orang Urban Sebagai penyair dari Karangasem yang besar di Denpasar, Muda Wijaya bisa menangkap perubahan-perubahan yang terjadi akibat benturan-benturan budaya. Benturan-benturan itu bisa bernada miris seperti pada puisi Pelacur di Tubuh Laki-laki (hlm. 12). Gambaran...

Read More

Ungkapan Simbol Hindu Pinara Pitu

Mira MM Astra sebagai salah satu sastrawan Bali yang memiliki talenta Bali. Judul kumpulan puisinya Pinara Pitu sudah menyiratkan ada nuansa simbol-simbol Hindu dan gaib di dalam kumpulan puisi ini. Kumpulan puisi yang diterbitkan oleh Gambang Buku Budaya, Mei 2016 ini seakan-akan mewakili perjalanan kreatif dari Mira. Pencarian Mira yang tidak kenal lelah patutlah dihargai. Ia mampu memantik ungkapan-ungkapan simbol Hindu menjadi sebuah karya kreatif berupa puisi. Memasukkan diksi Hindu tidaklah mudah ke dalam sebuah puisi agar terjalin harmonisasi bahasa dan harmonisasi daya ucap dan daya ungkap. Akan tetapi, Mira tidak mengalami kesulitan dalam memadukannya ke dalam larik-larik puisi hingga simbol-simbol Hindu tidak hanya berupa pelengkap justru menjadi daya tarik tersendiri dalam kumpulannya ini. Ungkapan Simbol Hindu Jika ditelusuri di dalam puisi-puisinya hampir sebagian puisinya memasukkan simbol-simbol Hindu. Kelebihan-kelebihan Mira ini menjadikan puisinya semakin kuat dan enak untuk dinikmati. Beberapa simbol, misalnya dalam puisi Batu Mimpi (hlm 5), pancadhatu (lima unsur logam, emas, perak, tembaga, kuningan, besi), yang biasa digunakan untuk memperkuat energi saat upacara ngenteg linggih (upacara menstanakan Tuhan),.  (airsanya  (kaja kangin, timur laut), arah yang diyakini sebagai tempat bertemunya utara dan timur), bahnimaya (api gaib) yang biasanya dilakoni oleh pegiat yoga. Simbol-simbol Hindu tidak hanya dimasukkan dalam larik-larik puisinya, Mira justru menjadikannya judul puisinya, misalnya, Pinara Pitu juga Naga Banda. Ruang perjalanan kreatif Mira dalam Pinara Pitu ini seakan-akan menuturkan perjalanan puitik dan spiritualmya dari Minahasa hingga...

Read More

Menumbuhkan Kebiasaan Belajar

Ala bisa karena biasa. Itulah peribahasa yang sering disampaikan seorang guru kepada anak didiknya saat memberikan semangat agar terbiasa belajar. Kebiasaan belajar perlu terus ditumbuhkan di kalangan anak-anak bangsa. Sebuah kebiasaan jika dilakukan secara berkesinambungan akan menjadi sebuah pembiasaan. Kebiasaan belajar akan menjadikan anak-anak bangsa selalu ingin tahu dan selalu berupaya memperdalam ilmu pengetahuannya. Ilmu pengetahuan yang berkembang amat pesat diperlukan sebuah upaya agar tumbuh kebiasaan belajar. Memang tidak mudah untuk menumbuhkan kebiasaan belajar. Akan tetapi, sebagai guru selalu berupaya agar perilaku ini bisa tumbuh dengan sendirinya. Dalam konsep ini terimplikasi disiplin belajar yang berkesinambungan  berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Harus diakui bahwa kebiasaan belajar perlu kerja keras dari pendidik dan komponen pendidikan lainnya agar tumbuh secara alami dari dalam peserta didik. Waktu belajar yang amat singkat di sekolah  dimanfaatkan secara optimal hingga beragam ilmu pengetahuan terserap secara maksimal. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang tepat di dalam upaya menumbuhkan kebiasaan belajar dan selalu berupaya terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peserta didik sebagai aset bangsa memiliki peranan yang amat penting dalam proses pembangunan bangsa. Pemerintah telah berupaya menumbuhkan kebiasaan belajar karena telah mencanangkan budaya literasi  dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN), sebagai langkah awal agar anak-anak bangsa terbiasa belajar. Awalnya, tentu dari terbiasa membaca dan pada akhirnya diharapkan melahirkan sikap keterbacaan yang optimal. Anak-anak bangsa yang tidak disiapkan secara matang agar terbiasa belajar akan mengalami kendala dalam pergaulannya...

Read More

Menciptakan Pembelajaran yang Kondusif

Sebuah pembelajaran dikatakan berhasil jika peserta didik bisa menemukan dan memperoleh manfaat dari pembelajaran. Harus diakui tidak semua peserta didik mampu menemukan dan mendapatkan hasil dari pembelajaran. Beberapa faktor sebagai penyebabnya, misalnya. (1) Suasana kelas atau pengelolaan kelas yang dirancang guru tidak berterima dengan suasana batin peserta didik; (2) Guru belum mengoptimalkan proses pembelajaran atau masih terpaku dengan model-model yang konvensional dan model itu menjadikan dirinya nyaman dalam mengajar hingga proses penggaliannya menjadi kurang optimal; (3) Pemahaman kondisi kelas dipandang sama dengan sebelumnya, padahal pergerakan perubahan terus berjalan; (4) Kurang disadari bahwa kelas selalu berubah setiap saat; (5) Peserta didik dianggap memiliki problematika yang sama, padahal setiap peserta didik memiliki keunikan tersendiri. Untuk menyikapi hal di atas, guru perlu terus menggerakkan dan membangkitkan kondisi kelasnya sehingga proses pembelajaran semakin kondusif. Membangun pembelajaran kondusif akan membangkitkan kreativitas peserta didik dalam belajar. Guru memegang kendali agar suasana kondusif selalu tumbuh dalam sebuah proses pembelajaran hingga roses pembelajaran secara alami berlangsung dalam diri peserta didik. Upaya Mengondusifkan Pembelajaran Peserta didik pastilah akan selalu berupaya optimal agar bisa memahami dan menemukan manfaat dari sebuah pembelajaran hingga setelah meninggalkan kelas ada yang tersimpan dalam memorinya. Untuk itu, diharapkan guru selalu berupaya menciptakan pembelajaran yang kondusif dalam pengelolaan kelasnya. Japa (2017) menyatakan bahwa pengelolaan kelas amat memengaruhi prestasi dan hasil belajar peserta didik. Guru yang menguasai materi pelajaran dengan baik, menggunakan metode dan media yang...

Read More