Bulan: Februari 2018

Bersyukur

Bersyukur Lahir sebagai Manusia IBW Widiasa Keniten   Lahir sebagai manusia patutlah disyukuri. Rasa bersukur itu dengan selalu berjalan pada koridor kebenaran. Jika ditilik alam ini dihuni oleh wong sato, mina, manuk, taru, buku (manusia, satwa, ikan, burung, tatanaman, tumbuhan berbuku). Karma-karma sucilah yang patut dibangun di dunia walau susah, lebih baik berbuat baik daripada tidak. Hindu memberikan tuntunan agar selalu belajar mengahargai kehidupan. Kesombongan tidak akan memberikan nilai lebih dalam kehidupan justru akan mengurangi harkat dan martabat sebagai manusia Hindu yang mengutamakan nilai-nilai kesucian. Nilai-nilai aku adalah engkau dan engkau adalah aku seakan-akan memberikan potret kita pada sesama. Menghormati sesama tidak dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan status sosial, ekonomi, agama, keyakinan, pangkat maupun golngan. Nilai-nilai tat twam asi ini perlu terus digemakan hingga ke-shanti-an terwujud di muka bumi. Merendahkan orang lain sebenarnya merendahkan dirinya sebagai manusia yang beradab dan berbudaya. Sehina apapun orang, ia adalah ciptaan Sanghyang Widhi. Hindu memberikan rambu-rambu agar menjauhkan diri dari kemabukan (mabuk karena harta, mabuk karena kacantikan, mabuk karena kepintaran, mabuk karena status sosial). Orang yang tidak mabuk sudah pantas disebut dengan Mahardika. Sarasamuccaya menyuratkan:Apan iking janma mangke, pagawayan ṡubhȃkarma juga ya, iking ri pȇna abhuktyan karmaphala ika, kalinganya, ikang ṡubhȃṡubhȃkarma mangke ri pȇna ika an kabukti phalanya, ri pȇgatni kabhutyanya, mangjanma ta ya muwah, tủmủta wȃsanȃning karmaphala, wȃsanȃ ngaraning sangakȃra, turahning ambemȃtra, ya tinủting paribhȃsȃ, swargacyuta, narakacyuta, kunang ikang ṡubhȃṡubhȃkarma ri pȇna, tan...

Read More

Belajar dari Babad

Babad sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dipelajari oleh generasi muda. Babad menyiratkan beragam nilai-nilai kehidupan yang bisa diejawantahkan dalam kehidupan sosial, budaya, keagamaan maupun spiritual. Babad tidak hanya menguraikan perjalanan sebuah wangsa. Di dalam babad ada pelajaran mengenai perjuangan para leluhur sehingga bisa eksis dalam menapaki kehidupan. Babad mengandung unsur sastra, kebahasaan, sejarah, dan juga semangat untuk bisa menjalankan nilai-nilai moralitas yang hendak disampaikan oleh leluhur. Hampir setiap wangsa khususnya yang ada di Bali memiliki babadnya masing-masing. Di dalamnya ada tokoh yang bisa dijadikan panutan bagi generasi muda dalam mengarungi tantangan kehidupan. Artinya, babad juga memiliki makna yang bisa dipertahankan sampai saat ini. Tokoh-tokoh dalam babad mengalami beragam tantangan dan beragam hambatan serta tokoh bisa memenangkan dalam setiap mengalami tantangan itu. Ini penting bagi generasi muda karena secara tidak langsung menyiratkan agar generasi muda bisa memenangkan dalam setiap perjuangan hidup. Persaingan hidup semakin hari semakin tinggi dan sebagai generasi muda harus bisa eksis dan memenangkan setiap tantangan. Tantangan sebagai penyemangat untuk menjadi yang terbaik dalam hidup dan kehidupan. Belajar dari babad sebenarnya juga bagian dari wujud bakti kepada leluhur. Wujud realnya dijabarkan dalam pola pikir, pola sikap, dan juga pola perbuatan yang bisa meningkatkan karma baik, mulia, dan luhur. Karma-karma ini juga bisa meningkatkan keberadaan leluhur. Garis lurus antara leluhur dengan keturunannya diwujudkan dalam karma yang mulia dan suci. Menelisik perjalanan leluhur lewat babad amatlah penting. Leluhur...

Read More