Ala bisa karena biasa. Itulah peribahasa yang sering disampaikan seorang guru kepada anak didiknya saat memberikan semangat agar terbiasa belajar. Kebiasaan belajar perlu terus ditumbuhkan di kalangan anak-anak bangsa. Sebuah kebiasaan jika dilakukan secara berkesinambungan akan menjadi sebuah pembiasaan. Kebiasaan belajar akan menjadikan anak-anak bangsa selalu ingin tahu dan selalu berupaya memperdalam ilmu pengetahuannya. Ilmu pengetahuan yang berkembang amat pesat diperlukan sebuah upaya agar tumbuh kebiasaan belajar. Memang tidak mudah untuk menumbuhkan kebiasaan belajar. Akan tetapi, sebagai guru selalu berupaya agar perilaku ini bisa tumbuh dengan sendirinya. Dalam konsep ini terimplikasi disiplin belajar yang berkesinambungan  berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Harus diakui bahwa kebiasaan belajar perlu kerja keras dari pendidik dan komponen pendidikan lainnya agar tumbuh secara alami dari dalam peserta didik. Waktu belajar yang amat singkat di sekolah  dimanfaatkan secara optimal hingga beragam ilmu pengetahuan terserap secara maksimal. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang tepat di dalam upaya menumbuhkan kebiasaan belajar dan selalu berupaya terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peserta didik sebagai aset bangsa memiliki peranan yang amat penting dalam proses pembangunan bangsa.

Pemerintah telah berupaya menumbuhkan kebiasaan belajar karena telah mencanangkan budaya literasi  dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN), sebagai langkah awal agar anak-anak bangsa terbiasa belajar. Awalnya, tentu dari terbiasa membaca dan pada akhirnya diharapkan melahirkan sikap keterbacaan yang optimal. Anak-anak bangsa yang tidak disiapkan secara matang agar terbiasa belajar akan mengalami kendala dalam pergaulannya ke depan.

Kebiasaan Belajar

Guru tentu memiliki strategi tertentu agar kebiasaan belajar terus bertumbuh dan berkembang. Beberapa yang bisa dilakukan, misalnya (1) menginformasikan bahwa ada buku baru atau bahan bacaan yang menarik agar segera diketahui peserta didik. Dalam konsep ini, guru juga senang belajar dan terus berupaya mengisi dirinya. (2) Guru memberikan kesempatan mencari tulisan-tulisan, artikel-artikel, atau esai yang berkaitan dengan materi pembelajaran serta peserta didik diberikan kesempatan merangkumnya. (3) Guru menyampaikan bahwa sumber belajar yang telah dirangkumnya bisa dijadikan sumber belajar yang baru yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya juga bagi keilmuan. (4) Guru memberikan wahana beragam informasi yang bisa dijadikan rujukan bagi peserta didik untuk memperdalam ilmu pengetahuannya. (5) Guru membiasakan agar peserta didik selalu berprestasi sesuai dengan bakat dan minatnya. (6) Guru tiada henti-hentinya memotivasi peserta didik agar tetap bersemangat untuk menggali ilmu pengetahuan.

Upaya-upaya yang dilakukan guru seperti di atas tentulah tidak mudah. Akan tetapi, sebagai panggilan hati seorang pendidik yang memiliki tanggung jawab moral pastilah akan selalu berupaya mengoptimalkan ketercapaian pembelajaran. Peserta didik ditanamkan sikap berprestasi dan berupaya agar bisa memenangkan sebuah persaingan secara sehat, bermoral, dan bermartabat.

Guru sebagai salah satu penentu keberhasilan peserta didik dalam belajar. Kebiasaan belajar ini bisa dilihat dalam keseharian. Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Nasional,  menyatakan bahwa tugas utama guru sebagai pendidik professional yang diharapkan memiliki kompetensi dalam membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan melaksanakan penilaian (asesmen). Tugas-tugas ini berkaitan dengan pembiasaan belajar sebagai bagian dari pendidik yang profesional. Peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi diharapkan hasil belajarnya bisa optimal. Menjadi guru profesional perlu proses. Menjadikan anak didik biasa belajar sebagai salah satu wujud keprofresionalan seorang guru.

Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut adanya sikap yang mandiri dalam belajar. Menumbuhkan kebiasaan belajar sebagai salah satu upaya menjadikan anak-anak bangsa mampu menghadapi perkembangan zaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebiasaan belajar dan selalu menggali ilmu pengetahuan akan menjadikan dirinya sebagai anak-anak bangsa yang tangguh dan bisa memenangkan persaingan dalam era sekarang ini. Guru memiliki peranan yang amat strategis dalam menumbuhkan kebiasaan belajar. Menjadikan belajar sebagai  bagian dari pembiasaan hidup peserta didik wujud memuliakan guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofeionalannya.