Sebuah pembelajaran dikatakan berhasil jika peserta didik bisa menemukan dan memperoleh manfaat dari pembelajaran. Harus diakui tidak semua peserta didik mampu menemukan dan mendapatkan hasil dari pembelajaran. Beberapa faktor sebagai penyebabnya, misalnya. (1) Suasana kelas atau pengelolaan kelas yang dirancang guru tidak berterima dengan suasana batin peserta didik; (2) Guru belum mengoptimalkan proses pembelajaran atau masih terpaku dengan model-model yang konvensional dan model itu menjadikan dirinya nyaman dalam mengajar hingga proses penggaliannya menjadi kurang optimal; (3) Pemahaman kondisi kelas dipandang sama dengan sebelumnya, padahal pergerakan perubahan terus berjalan; (4) Kurang disadari bahwa kelas selalu berubah setiap saat; (5) Peserta didik dianggap memiliki problematika yang sama, padahal setiap peserta didik memiliki keunikan tersendiri.

Untuk menyikapi hal di atas, guru perlu terus menggerakkan dan membangkitkan kondisi kelasnya sehingga proses pembelajaran semakin kondusif. Membangun pembelajaran kondusif akan membangkitkan kreativitas peserta didik dalam belajar. Guru memegang kendali agar suasana kondusif selalu tumbuh dalam sebuah proses pembelajaran hingga roses pembelajaran secara alami berlangsung dalam diri peserta didik.

Upaya Mengondusifkan Pembelajaran

Peserta didik pastilah akan selalu berupaya optimal agar bisa memahami dan menemukan manfaat dari sebuah pembelajaran hingga setelah meninggalkan kelas ada yang tersimpan dalam memorinya. Untuk itu, diharapkan guru selalu berupaya menciptakan pembelajaran yang kondusif dalam pengelolaan kelasnya. Japa (2017) menyatakan bahwa pengelolaan kelas amat memengaruhi prestasi dan hasil belajar peserta didik. Guru yang menguasai materi pelajaran dengan baik, menggunakan metode dan media yang tepat mampu menumbuhkembangkan motivasi belajar peserta didik lebih-lebih didukung oleh situasi belajar peserta didik. Dari pandangan di atas dapat dikatakan betapa pentingnya kondisi belajar bagi peserta didik. Situasi dan kondisi belajar yang kondusif ini mempercepat proses pembelajaran berlangsung dalam diri peserta didik. Guru perlu kreatif dalam mengelola kelas dan mengelola ilmu pengetahuannya hingga transfer keilmuannya berjalan secara maksimal. Upaya-upaya yang bisa dilakukan misalnya, (1) tidak terpaku pada satu metode atau satu model pembelajaran. Ini memungkinkan kreativitas belajar anak yang variatif akan terlayani. (2) berdiskusi dengan peserta didik mengenai metode maupun model yang dipilih. Hal ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan kelebihan dan kekurangannya mengenai gaya belajarnya karena tidak semua peserta didik memiliki gaya belajar yang sama. Peserta didik ada cepat denganĀ  gaya belajar audio, ada yang visual bahkan ada yang audio-visual. Guru perlu memahami gaya-gaya belajar peserta didik.

Kreativitas seorang guru dalam proses pembelajaran amat diperlukan sehingga kejenuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran semakin berkurang. Membangun upaya ini diperlukan sebuah proses yang terus-menerus dilakukan oleh guru sehingga proses pembelajaran selalu terbarukan. Membangun suasana kondusif dalam pembelajaran menjadi sebuah keharusan bagi seorang guru. Peserta didik menemukan yang akan dikembangkan dalam dirinya. Pengenalan potensi dan kompetensi peserta didik akan bisa terwujud jika suasana kelas tercipta secara kondusif. Pembelajaran yang menantang, menyenangkan, menggembirakan, dan menciptakan kompetisi bersaing sebagai bagian dari upaya pembelajaran yang kondusif. Di tangan guru-guru yang kreatif, pembelajaran kondusif akan terwujud. Mengkreatifkan pembelajaran sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran kondusif.

Guru yang mampu mengondusifkan kelas belajarnya akan menumbuhkan keingintahuan peserta didik terhadap sebuah problematika. Tantangan-tantangan belajar tercipta dan diciptakan oleh guru bersama peserta didik. Peserta didik yang sedari dini belajar dalam suasana kondusif akan mendapatkan manfaat dari sebuah pembelajaran. Pembelajaran terasa tanpa beban dan peserta didik termotivasi untuk selalu belajar. Jika ini terwujud, proses pembelajaran bisa dikatakan berhasil. Keberhasilan proses pembelajaran perlu kerja keras dari guru bersama-sama dengan peserta didik. Kelas yang kondusif tercipta sebagai bagian untuk mencapai tujuan belajar peserta didik.