Sebuah sekolah akan menjadi lebih berkembang dengan adanya majalah sekolah. Majalah sekolah sebagai tempat mewadahi ide-ide kreatif dari peserta didik maupun guru-guru yang ada dalam satuan pendidikan. Beragam ide kreatif terwadahi dan dapat sebagai ajang bertukar informasi dengan sesama sekolah, dengan masyarakat pendukung sekolah, dan juga sebagai sarana memperluas jaringan komunikasi dengan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Beragam informasi yang bisa disampaikan melalui majalah sekolah. Keberadaan majalah sekolah juga bisa sebagai tempat berlatih bagi peserta didik untuk belajar menulis. Sebagai tempat belajar menyampaikan ide dan gagagasanya dalam bahasa tulis. Semakin sering dan beragam tulisan yang dihasilkan akan semakin berkembang juga pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari peserta didik. Kegelisahan kreatif peserta didik akan tersalurkan dengan adanya majalah sekolah. Amat bersyukurlah jika sebuah lembaga pendidikan memiliki majalah sekolah.

Dunia pendidikan terus berkembang, informasi mengenai sekolah amat perlu disampaikan kepada masyarakat. Masyarakat akan bisa menilai keberadaaan dari sebuah sekolah. Sederhananya di dalam sekolah akan diketahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya. Mutu sekolah akan terlihat dari majalah sekolah karena di dalamnya akan ada informasi mengenai prestasi-prestasi yang sudah diperolehnya.

Menyemaikan Ide Kreatif

Generasi muda bangsa dituntut agar selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan seninya (ipteks) lebih-lebih dalam perkembangan sekarang ini. Keberadaan dunia tulis-menulis benar-benar menjadi barang langka. Hanya segelintir yang menggeluti dan mau berbagi pengetahuan dengan sesama. Catatan tertulis amat diperlukan, bukan berarti yang lisan ditiadakan. Hal ini akan semakin mengembangkan budaya literasi (keberaksaraan) di kalangan anak-anak bangsa tercinta.

Di dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada umumnya ada mading (majalah dinding) yang bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk menyalurkan ide-ide dari peserta didik. Akan tetapi, informasi itu hanya bisa diketahui oleh anak-anak bangsa di sekolah tersebut saja. Akan lebih baik lagi ditingkatkan menjadi majalah sekolah yang tertata dalam sebuah wujud cetakan. Cetakan-cetakan ini bisa bertahan lama dan bisa diarsipkan untuk jangka waktu lama sehingga bisa sebagai refleksi bagi sekolah. Sekolah akan berusaha memaksimalkan pelayananya kepada masyarakat agar anak-anak bangsa tumbuh menjadi tunas-tunas bangsa yang tangguh, berdedikasi, berkarakter luhur sehingga nantinya bangsa dan negara ini terus maju sejahtera bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Membuat majalah sekolah perlu kerja keras dan tim yang solid, pantang menyerah sehinga majalah yang diharapkan bisa terwujud. Jika sudah terwujud akan ada rasa bangga dan rasa senang karena segala perjuangan bisa dihadapi dengan amat indah. Tantangan pasti ada. Tantangan itu sebagai cambuk itu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Peserta didik memiliki beragam ide kreatif yang kadang-kadang tidak terpikirkan sebelumnya. Majalah sekolah bisa dijadikan wadah penyalurannya. Hal-hala unik , menarik, dan memberikan kesan bisa muncul dari olah kreatif peserta didik. Lembaga pendidikan tentu akan merasa bersyukur jika memiliki anak-anak bangsa yang bisa memberdayakan segala potensi yang dimilikinya.

Majalah sekolah akan memberikan tantangan tersendiri bagi anak-anak yang ikut serta sebagai redakturnya. Ini memberikan nilai positif. Keberanian berkomunikasi saat mencari informasi bisa tumbuh lebih baik. Di sinilah akan terlihat sikap dan karakter peserta didik dalam berhadapan dengan orang lain. Peserta didik akan belajar menulis laporan mengenai sekolahnya, belajar menulis berita, belajar menulis anekdot, belajar mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diberikan oeh gurunya di dalam kelas. Secara tidak langsung akan terjadi saling keterkaitan antara pembelajaran di kelas dan proses penulisan artikel-artikel di majalah. Pengimplementasian ini memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta didik. Guru sebenarnya juga bisa menuliskan pengalaman-pengalalamannya dalam majalah sekolah hingga harmonisasi di dalam sekolah bisa terwadahi melalui kegiatan tulis-menulis.

Majalah sekolah bisa sebagai wahana pemberdayaan ide-ide kreatif peserta didik. Pengimplementasian pembelajaran tersalurkan melalui keberadaan majalah sekolah. Guru-guru dengan peserta didik terbangun sinergitas dalam dunia tulis-menulis. Informasi keberadaan sekolah bisa diperoleh dalam majalah sekolah.