Babad sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dipelajari oleh generasi muda. Babad menyiratkan beragam nilai-nilai kehidupan yang bisa diejawantahkan dalam kehidupan sosial, budaya, keagamaan maupun spiritual. Babad tidak hanya menguraikan perjalanan sebuah wangsa. Di dalam babad ada pelajaran mengenai perjuangan para leluhur sehingga bisa eksis dalam menapaki kehidupan. Babad mengandung unsur sastra, kebahasaan, sejarah, dan juga semangat untuk bisa menjalankan nilai-nilai moralitas yang hendak disampaikan oleh leluhur.

Hampir setiap wangsa khususnya yang ada di Bali memiliki babadnya masing-masing. Di dalamnya ada tokoh yang bisa dijadikan panutan bagi generasi muda dalam mengarungi tantangan kehidupan. Artinya, babad juga memiliki makna yang bisa dipertahankan sampai saat ini.

Tokoh-tokoh dalam babad mengalami beragam tantangan dan beragam hambatan serta tokoh bisa memenangkan dalam setiap mengalami tantangan itu. Ini penting bagi generasi muda karena secara tidak langsung menyiratkan agar generasi muda bisa memenangkan dalam setiap perjuangan hidup. Persaingan hidup semakin hari semakin tinggi dan sebagai generasi muda harus bisa eksis dan memenangkan setiap tantangan. Tantangan sebagai penyemangat untuk menjadi yang terbaik dalam hidup dan kehidupan. Belajar dari babad sebenarnya juga bagian dari wujud bakti kepada leluhur. Wujud realnya dijabarkan dalam pola pikir, pola sikap, dan juga pola perbuatan yang bisa meningkatkan karma baik, mulia, dan luhur. Karma-karma ini juga bisa meningkatkan keberadaan leluhur. Garis lurus antara leluhur dengan keturunannya diwujudkan dalam karma yang mulia dan suci.

Menelisik perjalanan leluhur lewat babad amatlah penting. Leluhur bisa hidup dan memberikan nilai lebih pada keturunannya. Nilai-nilai lebih ini perlu terus diamalkan dan menjadikan rendah hati bukan sebaliknya. Memahami babad ada tanggung jawab moral di dalamnya, ia tidak hanya sekadar dibaca atau mengenal perjalanan leluhur, tetapi juga tugas-tugas yang diberikan oleh leluhur paling tidak bisa diamalkan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Babad yang salah satu bagiannya menuliskan sejarah perjalanan leluhur patut sekali disikapi dengan arif dan bijaksana. Pemahaman terhadap perjalanan leluhur diperlukan karena di dalamnya ada tanggung jawab yang mesti dijalankan oleh keturunannya. Ruang gerak leluhur berjalan sinergis jika keturunannya bisa melanjutkan yang telah digariskan oleh leluhur. Leluhur pun merasa berbangga karena keturunannya selalu berbakti dan mengabdi di jalan kebenaran. Dengan demikian, babad akan tetap hidup. Babad tidak hanya menjadi simpanan dalam rontal-rontal saja. Ia bisa memberikan ruang, waktu, dan suasana agar bisa memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa. Inilah nilai lebih dari babad.

 

Nilai-nilai Moral dalam Babad

Babad hadir dalam kehidupan bukan untuk menjadikan diri kita sebagai orang yang merasa  lebih dari orang lain. Justru dengan memahani dan mengetahui babad, seseorang akan merasakan ada tanggung jawab di dalamnya. Jika belum bisa mewujudkan yang dipesankan (bhisama) oleh leluhur terwujud akan menjadikan hidup terasa kurang karena belum bisa menjalankan harapan-harapan leluhur.

Bagi generasi muda, nilai-nilai moral yang bisa dipetik dari babad. Misalnya, saling mengasihi sesama, ada kaitan satu kehidupan dengan kehidupan lainnya atau antara babad yang satu dengan babad yang lain seakan-akan ada benang merah yang menghubungkannya. Secara tersirat bahwa hidup itu tidak bisa dilepaskan dengan orang lain. Keberlangsungan hidup terjadi karena ada yang menjaga hidup.

Nilai spiritual, di dalam babad ada tersirat agar selalu ingat pada tempat-tempat suci yang diwariskan oleh leleuhur. dan kewajiban bagi keturunannya untuk merawat, menjaga, dan melestarikan  kesucian tempat-tempat suci yang diwariskan. Tidak etislah kalau tidak sampai terpanggil ikut merawat dan menjaganya karena bagaimanapun kehadiran kita di dunia ini karena jalan yang diberikan oleh leluhur. Leluhur memberikan jalan bagi keturunannya agar bisa memperbaiki dirinya dan selalu berupaya berkarma baik dalam kehidupan.

Nilai etika, hampir setiap babad menyiratkan nilai-nilai etika. Misalnya, menghormati yang lebih tua. Yang lebih tua menyayangi dan memberi teladan pada yang lebih muda agar bisa dijadikan panutan dalam kehidupan. Eika-etika itu amat berguna dalam menghadapi tantangan globalisasi sekarang ini dan generasi muda berada dalam arus globalisasi. Bersikap santun kepada sesama tersirat di dalam babad.

Cinta terhadap alam, dalam sebuah babad ada larangan untuk menyakiti atau memakan satwa ataupun buah tertentu. Secara tersirat ada pesan di dalamnya agar generasi penerusnya bisa menghormati karunia Tuhan karena satwa atau pohon itulah yang menyelamatkan leluhurnya yang nota bene juga menyelamatkan keturunannya agar bisa melanjutkan tuga-tugasnya sebagai hamba Tuhan.

Babad tetap hidup dalam zaman global seperti sekarang ini. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari babad. Generasi muda perlu terus menghayati dan memetik nilai-nilai yang yang ada dalam babad. Babad bisa dijabarkan dalam kehidupan keseharian. Semangat dalam babad bisa dijadikan semangat baru dalam mengarungi kehidupan sekarang ini. Babad tetap berbicara meskipun berada dalam arus globalisasi. Generasi muda memiliki ruang, waktu serta suasana menjabarkan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Memahmi babad menjadikan rendah hati dalam hidup dan kehidupan sosial bermasyarakat.