Bulan: Februari 2016

Membolos Saat Jam Belajar

Membolos adalah tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelajar. Tugas pelajarĀ  adalah belajar. Orang yang gemar belajar menjadi terpelajar. Tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang terpelajar adalah belajar dan terus belajar. Amat disayangkan waktu belajar yang singkat, dikurangi dengan tindakan membolos. Peserta didik membolos bisa disebabkan karena (1) kejenuhan belajar, (2) pengawasan di sekolah kurang maksimal, (3) kompensasi dari ketidakberterimanya keputusan dengan dirinya, (4) ingin coba-coba, dan juga (5) pengaruh teman. Sekolah pun akan merasa terganggu kenyamanannya jika anak-anak didiknya sampai ditangkap oleh Satpol PP. Anak didik akan tetap menjadi tanggung jawabnya karena tindakan membolos dilakukan pada saat peserta didik semestinya belajar dan berada dalam proses pembelajaran. Hal ini bisa dikurangi dengan memberdayakan komponen pendidikan yang ada mulai dari guru, kepala sekolah, pegawai, satpam, masyarakat, dan lembaga terkait lainnya.Kerja sama dengan lembaga terkait terus ditingkatkan agar membolos bisa dicegah dan peserta didik bisa menjalankan tugasnya untuk belajar. Masa depan bangsa terletak di pundak generasi muda. Mengabsen dan Kontrol Masyarakat Guru sebelum pembelajaran berlangsung diharapkan mengabsen peserta didiknya. Ini sebagai langkah awal mengetahui keberadaan peserta didik. Catatan kehadiran peserta didik sebagai bagian dari penilaian sikap peserta didik mengenai kehadirannya di sekolah. Jika peserta didik teramat sering tidak mengikuti pelajaran, guru bisa menyampaikannya kepada wali kelas, BK, dan juga kepala sekolah. Dan jika, diperlukan tindakan pemanggilan peserta didik dan diketahui oleh orang tua peserta didik. Informasi dari orang tua mengenai...

Read More

Ibu dalam Dua Kumpulan Puisi Joko Pinurbo

Dua buah kumpulan puisi Joko Pinurbo yang diterbitkan oleh Motion Publising tahun 2014 masing-masing berjudul Surat Kopi dan Bulu Matamu Padang Ilalang. Joko Pinurbo seorang sastrawan yang lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 15 Mei 1962 yang telah mendapatkan Khatulistiwa Literary Award tahun 2005 mengungkapkan kekagumannya pada seorang ibu. Sebagai seorang sastrawan, Joko Pinurbo merasakan getar-getar kasih sayang yang tulus suci di hati seorang ibu. Puisi Mata Ibu misalnya mengilustrasikan betapa kekuatan seorang ibu yang mampu membersihkan segala duka yang dialami manusia. Seorang Joko Pinurbo merasakan kesejukan dalam hati seorang ibu. Joko Pinurbo menggunakan kata hujan. Hujan sebagai sebuah simbolis kesejukan. Hujan cinta itu mampu melepaskan bercak-bercak yang mengotori perjalanan hidup manusia. Perhatikan puisi Mata Ibu di bawah ini:   Mata Ibu Setiap memandang matamu, Bu, aku melihat hujan sedang membersihkan senja yang kusam oleh bercak-bercak waktu Matamu adalah mataku Matamu melahirkan air mataku (Surat Kopi, 2014:14)   Jika ada ungkapan surga ada di telapak kaki ibu. Joko Pinurbo melihat dari sudut seorang bayi bahwa surganya ada di dalam susu sang ibu. Lewat susu pemberian sang ibu, cinta dan kasih sayang itu tersalurkan. Harapan seorang Joko Pinurbo agar surga itu muncul pada susu-susu yang lain. Ia mengharapkan susu itu ada dalam sepi, susu kata, dan juga susu rindu. Menarik sekali susu yang dipakai oleh Joko Pinurbo, susu sepi sebuah metafora yang yang memandang betapa pentingnya sebuah sepi. Dari sepi akan...

Read More
  • 1
  • 2