Menumbuhkan sikap peduli dengan sesama di kalangan peserta didik perlu terus dibangkitkan dan dikembangkan. Banyak kegiatan yang bisa menumbuhkan sikap peduli dengan sesama. Misalnya, mengajak peserta didik mengunjungi panti asuhan, panti jompo, melihat lebih dekat anak-anak jalanan ataupun anak-anak yang seusia dengannya yang kurang beruntung. Hal ini amat penting terutama agar tumbuh sikap empati dan simpati dengan sesama.

Peserta didik yang didekatkan dengan masalah-masalah yang ada di lingkungan sosialnya paling tidak akan bisa merasakan roda kehidupan sosial. Di hati peserta didik akan timbul rasa bersyukur bisa bersekolah dan bisa belajar. Pihak-pihak sekolah sebenarnya bisa mengupayakan hal ini sedari awal. Perencanaan di lembaga pendidikan atau sekolah dibuat bersama komite dengan melibatkan peserta didik sehingga manfaat dari sebuah kunjungan dipahami dengan jelas oleh pihak orang tua peserta didik.

Kepedulian sosial akan dapat meningkatkan rasa menghargai terhadap sesama. Penerapan cinta kasih telah terwujud sehingga teori yang dibelajarkan di kelas bisa langsung menyentuh pada ranah sikap sosial dari peserta didik. Cinta dengan sesama sebagai bekal awal dari peserta didik dalam bersosialisasi dalam ranah sosial yang lebih luas. Dalam pergaulannya pun akan muncul rasa rendah hati dan menyadari hakikat dirinya sebagai manusia. Di samping itu, bisa menghormati harkat dan martabat orang lain. Cinta sesama adalah bagian dari cinta terhadap hidup itu sendiri.

Kepedulian dengan Lingkungan Alam

Kepedulian dengan lingkungan alam adalah bagian dari cinta terhadap alam. Manusia hidup dari alam dan nantinya akan memberi makna hidup terhadap alam. Alam adalah anugerah Tuhan yang semestinya dijaga dirawat dan dicintai. Alam pun akan memberikan cinta kasihnya selama manusia mencintainya begitu juga sebaliknya.

Peserta didik bisa diberdayakan agar tumbuh kepuduliannya terhadap alam. Misalnya dengan melaksanakan out bound, peserta didik akan bisa terjun langsung dengan kehidupan alam. Mendekatkan peserta didik dengan alam meningkatkan kepercayaan dirinya akan kebesaran Tuhan. Tuhan memberikan alam. Amat wajar alam dijaga kelestariannya. Banyak hal bisa dipelajari dari out bound misalnya memupuk kerja sama dengan sesama peserta didik. Belajar hidup mandiri, belajar mengatasi setiap tantangan yang ada, sikap-sikap ini akan bisa menumbuhkan rasa bertanggung jawab terhadap alam.

Penananam hutan ataupun kegiatan memungut sampah plastik sebagai salah satu kegiatan yang perlu dikembangkan. Kegiatan ini bisa dijalankan pada saat ulang tahun sekolah ataupun pada waktu kegiatan sekolah akhir semester. Kejenuhan dalam kegiatan belajar di sekat-sekat kelas bisa dikurangi dengan mengajak peserta didik keluar belajar mencintai alam.

Kepedulian dengan Budaya

Kepedulian budaya termasuk benda budaya bisa dibangkitkan dengan mengunjungi museum. Harus diakui peserta didik amat jarang yang diajak ke museum. Museum bukan hanya tempat melestarikan benda-benda budaya. Museum juga memberikan ruang belajar untuk mengenal lebih dekat dengan budaya. Contoh sederhananya, amat jarang ada program sekolah yang mengajak anak didiknya ke museum subak ataupun museum lukisan. Museum subak  akan memberikan lebih banyak informasi tentang sistem pertanian ala Bali. Meski diakui subak sekarang ini sudah mulai digerus keberadaannya. Museum lukisan akan memberikan informasi mengenai beragam gaya maupun perkembangan lukisan di Bali. Pembelajaran ini akan bisa menumbuhkan rasa kekagumannya pada pemikiran-pemikiran pendahulunya dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi peserta didik dalam belajar selanjutnya.

Benda-benda budaya memberikan informasi banyak mengenai pola pikir masyarakat pada zamannya sehingga akan ditemukan benang merahnya dengan masyarakat sekarang. Mendekatkan peserta didik dengan museum akan bisa menumbuhkan rasa memiliki dan melestarikan selanjutnya diharapkan bisa mengembangkannya menjadi lebih baik.

Peserta didik juga didekatkan dengan tokoh-tokoh yang peduli, cinta, dan terus melestarikan budaya Bali. Misalnya diajak mengunjungi seorang budayawan, tokoh pelestari bahasa Bali, seniman patung, seniman tari, sastrawan ataupun pelukis sehingga kecintaan terhadap budaya terus tumbuh subur di hati para peserta didik. Peserta didik adalah pewaris masa depan budaya. Peserta didik akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap budaya. Sikap menjauh  atau kurang peduli bisa dikurangi. Sekolah juga bisa menghadirkan tokoh-tokoh budaya atau pelestari sebuah budaya sehingga bisa berdialog langsung sang budayawan. Ini sebagai langkah awal menumbuhkan kecintaan peserta didik dengan budayanya sehingga budaya Bali tetap bertahan dan terus diberdayakan sesuai dengan perkembangan zaman.

Peserta didik perlu terus dibekali dengan kepedulian sosial, kepedulian terhadap alam, dan juga kepedulian terhadap budaya. Sikap peduli ini akan menjadi bekal baginya untuk menuju kedewasaannya dalam berpikir, bertindak, maupun berkata dalam tatanan hidup yang lebih luas.