Bulan: Februari 2016

Penjabaran Siwaratri dalam Pendidikan

Siwaratri (malam Siwa) sebagai salah satu hari raya agama Hindu. Siwalatri jatuh pada panglong ping 14 sasih kapitu (hari keempat belas menuju bulan mati pada bulan ketujuh, perhitungan bulan Bali). Untuk tahun ini, jatuh pada Jumat, 8 Januari 2016. Umat Hindu biasanya merayakannya dengan melakukan sambang semadi (perenungan)  memuja kebesaran Tuhan dalam manifestasinya sebagai Siwa. Diharapkan umat Hindu bisa merayakannya dengan memuja kebesaran Dewa Siwa pada saat Siwaratri. Kisah Siwalatri dilatarbelakangi dengan kisah Lubdaka yang bersyukur mendapatkan karunia Siwa pada saat Dewa Siwa melakukan Yoga Semadi.Lubdaka dikisahkan ikut serta dalam Malam Siwa. Secara tersirat berarti Lubdaka saat itu juga memuja Siwa. Beberapa tetua mengatakan bahwa Lubdaka adalah kita. Manusia yang selalu mencari hakikat Sang Diri. Sang diri dalam hal ini adalah kesejatian atma yang murni. Atma yang bisa bertemu dengan paramatma dalam wujud Dewa Siwa. Pertemuan atau penunggalan dengan Dewa Siwa diwujudkan dalam bentuk Malam Siwa (Siwaratri). Patutlah bersyukur karena Hindu memiliki hari yang khusus untuk memuja Dewa Siwa. Pelaksnaan Siwaratri perlu dijabarkan terus karena di dalamnya memuat nilai-nilai spiritual yang amat tinggi. Lembaga pendidikan sebagai salah satu tempat penjabaran nilai-nilai spiritual sudah sepantasnya menjalankannya sehingga peserta didik bisa merasakan bahwa nila-nilai kesucian itu terpancar dari Malam Siwa. Sekolah bisa melaksanakan Malam Siwa secara terprogram lebih-lebih sekolah yang mampu menghadirkan pedharmawacana yang mampu memberikan pencerahan rohani kepada peserta didik. Peserta didik pada masa sekarang amat memerlukan sentuhan nilai-nilai spiritual...

Read More

Pendidikan yang Mendewasakan

Pendidikan diharapkan bisa mendewasakan perkembangan psikis, mental, dan rohani peserta didik. Pendidikan seperti ini perlu sebuah proses sehingga peserta didik menyadari harkat dan martabatnya sebagai manusia yang berpendidikan. Masyarakat pun akan merasa bersyukur dan berterima kasih karena lembaga pendidikan mampu menghasilkan generasi yang dewasa.Memang tidaklah mudah untuk mewujudkan pendidikan yang mendewasakan pola pikir dan juga pola sikap peserta didik. Beberapa kenyataan menunjukkan bahwa pendidikan yang dijalani katakanlah sudah tamat belum menunjukkan sikap-sikap yang dewasa. Kreativitas guru dalam pembelajaran bisa mendorong peserta didik untuk lebih berpikir dan bersikap menuju kedewasaannya. Pembelajaran yang konvensional di samping cepat menjenuhkan juga kedewasaan peserta didik tidak berjalan secara optimal. Perlu usaha dan kreativitas guru dalam membangun, mengembangkan, dan memberdayakan kompetensi peserta didik menuju optimalisasi sikap dan pola pikirnya. Melatih Berpikir dan Bersikap Dewasa Kematangan berpikir dan bersikap tidak sepenuhya berbanding lurus dengan usia karena tidak jarang usianya semestinya sudah mampu berpikir dewasa. Akan tetapi, dalam bersikap belum menunjukkan sikap dewasa. Beberapa faktor penyebabnya, 1) peserta didik jarang diberikan tantangan dalam berpikir dan bersikap dalam mengambil sebuah keputusan; 2) Peserta didik jarang dilatih dalam mengembangkan kematangan berpikir; 3) berlum ada semangat dari dalam diri peserta didik untuk belajar memandirikan pikiran dan sikapnya; 4) komunikasi yang jarang dilakukan baik di rumah maupun di sekolah, 5) Pemberian tanggung jawab terhadap sebuah pekerjaan jarang diberikan, dan 6) kurang disadari bahwa tugas yang diberikan adalah sebuah tanggung jawab. Latihan...

Read More

Menikah dalam Masa Sekolah

Masa remaja adalah masa menuntut ilmu. Jika dilihat dari perkembangan mental, masa remaja dimulai dari jenjang SMP sampai SMA. Masa remaja akan muncul rasa ingin tahu. Umumnya gejolak seksualitasnya mulai tumbuh. Pengawasan dari orang tua dan juga dari pendidik amat diperlukan. Amat disayangkan jika masa remaja berakhir dengan pernikahan dini ataupun kehamilan dini. Beban mental tidak hanya dialami oleh si gadis juga orang tua serta pihak sekolah. Umumnya remaja yang hamil akan meninggalkan sekolah dan itu artinya masa remaja dan masa belajarnya akan terganggu. Anak sekolah menikah dalam usia teramat muda amat beresiko baik secara mental maupun secara fisik. Usia muda sudah menjadi calon ibu. Kelangsungan pendidikannya juga akan terputus. Masa depan yang sebelumnya telah direncanakan kandas. Dalam hal inilah, perhatian lebih dari orang tua diperlukan agar yang telah direncanakan sebelumnya bisa terwujud. Pengawasan Orang tua Orang tua tentu selalu mengharapkan agar anak kandungnya berhasil dan bisa meraih masa depannya. Akan tetapi, kenyataannya harapan luhur dari orang tua kandas di tengah perjalanan. Sebagai orang tua akan makan hati akibat ulah anak tercintanya. Kehamilan yang tidak diharapkan ini akan menjadikan remaja menjadi bersalah. Dampaknya tidak hanya bagi kelangsungan pendidikannya juga bagi perkembangan mental sosialnya. Kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, dan rasa tidak terima dengan kenyataan yang sedang dihadapinya akan muncul. Meski pemerintah masih menjalankan paket B maupun paket C akan lebih baik lagi melakukan pencegahan sedari awal. Sebagai langkah awal pengawasan dari...

Read More

Mengispirasi Peserta Didik

Setiap pendidik tentu berharap pembelajaran yang dijalankannya mampu menginspirasi peserta didik. Karena dari inspirasi inilah, akan berkembang beragam kreativitas yang akan dilakukan peserta didik. Kreativitas itu nantinya akan membawa pendewasaan dan pendalaman dirinya terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh pendidik. Keberhasilan pembelajaran terlihat setelah terwujud ke dalam hasil kreativitas yang dilahirkannya. Pembelajaran yang menginspirasi membuat peserta didik akan gemar membaca dan menulis. Pengetahuan dan keterampilan berbahasanya terus terasah. Untuk menjadikan pembelajaran yang menginspirasi bagi peserta didik sebenarnya tidaklah terlalu susah asalkan pendidik mau dan selalu berusaha menimbulkan proses pembelajaran yang sifatnya menantang keingintahuan peserta didik. Peserta didik memiliki kompetensi dan atau talenta untuk menerima pembelajaran. Kompetensi ini diberdayakan, digali lebih optimal. Keberanian keluar dari pakem-pakem pembelajaran yang terkadang sifatnya mengungkung pendidik akan menjadikan pembelajaran itu menimbulkan sebuah inspirasi. Pembelajaran yang menginspirasi ini akan mengurangi kejenuhan peserta didik dalam pembelajaran dan peserta didik merasakan bahwa dirinya sedang belajar serta memeroleh maanfaat dari proses pembelajaran. Pendidik yang gemar menggali kreativitas peserta didik akan menggali kemungkinan-kemungkinan baru dalam pembelajaran. Kemungkinan-kemungkinan itu akan terlihat pada perubahan-perubahan yang konstruktif dalam pembelajaran.  Sebelum, selama, dan setelah pembelajaran akan terbina sebuah komunikasi antara pendidik dan peserta didik secara lebih intens dan efektif. Guru Menginspirasi Guru Kreatif Bagi seorang guru yang sudah terbiasa mengkreatifkan peserta didik, tidaklah menghadapi kendala dalam pembelajaran yang mengispirasi. Pembelajaran seperti ini akan tampak pada karya-karya atau hasil kerja atau kreativitas yang dilakukan...

Read More

Menumbuhkan Kepudulian Peserta Didik

Menumbuhkan sikap peduli dengan sesama di kalangan peserta didik perlu terus dibangkitkan dan dikembangkan. Banyak kegiatan yang bisa menumbuhkan sikap peduli dengan sesama. Misalnya, mengajak peserta didik mengunjungi panti asuhan, panti jompo, melihat lebih dekat anak-anak jalanan ataupun anak-anak yang seusia dengannya yang kurang beruntung. Hal ini amat penting terutama agar tumbuh sikap empati dan simpati dengan sesama. Peserta didik yang didekatkan dengan masalah-masalah yang ada di lingkungan sosialnya paling tidak akan bisa merasakan roda kehidupan sosial. Di hati peserta didik akan timbul rasa bersyukur bisa bersekolah dan bisa belajar. Pihak-pihak sekolah sebenarnya bisa mengupayakan hal ini sedari awal. Perencanaan di lembaga pendidikan atau sekolah dibuat bersama komite dengan melibatkan peserta didik sehingga manfaat dari sebuah kunjungan dipahami dengan jelas oleh pihak orang tua peserta didik. Kepedulian sosial akan dapat meningkatkan rasa menghargai terhadap sesama. Penerapan cinta kasih telah terwujud sehingga teori yang dibelajarkan di kelas bisa langsung menyentuh pada ranah sikap sosial dari peserta didik. Cinta dengan sesama sebagai bekal awal dari peserta didik dalam bersosialisasi dalam ranah sosial yang lebih luas. Dalam pergaulannya pun akan muncul rasa rendah hati dan menyadari hakikat dirinya sebagai manusia. Di samping itu, bisa menghormati harkat dan martabat orang lain. Cinta sesama adalah bagian dari cinta terhadap hidup itu sendiri. Kepedulian dengan Lingkungan Alam Kepedulian dengan lingkungan alam adalah bagian dari cinta terhadap alam. Manusia hidup dari alam dan nantinya akan memberi...

Read More
  • 1
  • 2