Genjek: Berpesan Lewat Seni

Genjek sebagai salah satu seni tradisional yang mengombinasikan beragam seni antara lain seni tabuh, seni suara, seni tari. Ketiga seni ini dipadukan dalam genjek. Genjek sempat tumbuh di kabupaten Karangasem.Desa-desa seperti Seraya, Jasri dan beberapa desa lainnya juga memiliki seni tradisi ini. Para pemainnya sebagian besar kalangan muda. Mereka menyatukan diri untuk menjaga tradisi berkesenian. Para pemuda mengekspresikan dirinya ke dalam kelompok-kelompok kesenian. Kegiatan ini tentu saja amat bermanfaat karena di dalamnya ada wahana pelestarian seni budaya mulai dari sastra, budaya, dan juga hakikat menyama braya.Setiap pemain bisa mengali dirinya hingga bisa menemukan hakikat dirinya dalam berkesenian. Dalam berkesenian tentulah tidak hanya berhenti samapai di sana. Genjek bisa sebagai pelestari bahasa Bali, meningkatkan kerukunan, dan rasa saling menghormati, menghargai sehingga menghasilkan sebuah karya yang bisa menyampaikan pesan-pesan moralitas. Penyampaian pesan lewat seni akan menjadikan pendengar, penonton tidak diceramahi sehingga nilai-nilai moral yang terkadung di dalam tutur kata bisa dihayati lebih indah, lebih merasuk ke dalam hati pendengar mapun penonton. Dari Percintaan ke Sosial Budaya Kisah-kisah percintaan bisa dikatakan sebagai awal dalam pengungkapan kehidupan kemanusiaan. Ungkapan rasa cinta dilantunkan dengan lagu diiringi dengan musik penting (sejenis gitar akustik). Alat musik khas milik Karangasem. Nada-nadanya seirama dengan larik-larik lagu percintaan. Percintaan yang diungkpkan di dalamnya ternyata ada petuah-petuah agar selalu waspada sebagai remaja yang sedang dimabuk asmara. Misalnya, Pipi Sujenan (Lesung Pipi): mula saja iluh jegég/kenyemné manis pipi sujénan/ mapotong poni/...

Read More